Bermain di kandang sendiri, Liverpool hanya mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya Trabzonspor dari Turki, lewat gol Ryan Babel. Sebenarnya Liverpool menguasai jalannya pertandingan yang digelar di Anfield tersebut. The Anfield Gank mampu menciptakan banyak peluang, salah satunya melalu penalti yang diambil Joe Cole.

The Reds Liverpool memperoleh hadiah pinalti setelah Lucas Leiva dilanggar di kotak terlarang. Sayangnya eksekusi pinalti yang diambil Cole mampu diantisipasi oleh kiper muda Trabzonspor, Kivrak. Jadilah hasil akhir tetap 1-0.

Hasil kemenangan tipis di leg pertama babak play off ini jelas membuat Liverpool harus bekerja keras pada pertandingan kedua di Turki nanti. The Reds tidak boleh terlena bermain main, karena bisa saja kecolongan. Liverpool harus berusaha mencetak gol pada pertandingan tandang nanti agar lebih aman, meskipun sebenarnya hasil seri sudah membuat Liverpool lolos.

Go go Liverpool! You'll never walk alone.

Continue Reading ...


Kapten Liverpool, Steven Gerrard, selalu menjadi pembicaraan setiap musim baru bergulir. Banyak klub besar yang mengincar gelandang pekerja keras tersebut. Salah satu yang paling ngotot mendapatkan Gerrard adalah Jose Mourinho.

The special one begitu sangat menginginkan Gerrard, sehingga kemana pun ia berlabuh, nama ikon Liverpool itu selalu disebut-sebut akan diboyong. Termasuk ketika saat ini hijrah ke Santiago bernabeu.

Namun, kesetiaan Gerrard terhadap klub yang membesarkannya ini patut diacungi jempol. Bahkan Mourinho pun akhirnya sadar bahwa Gerrard dan Liverpool memang untuk saling melengkapi.

“Sudahlah. Dia (Gerrard) bagian dari sejarah Liverpool, dia milik klub itu. Ternyata Gerrard teramat-sangat penting untuk mereka,” ungkap mantan arsitek Porto pada sejumlah reporter di Los Angeles seperti dilansir givemefootball.

Akhirnya kau sadar Mourinho bahwa Gerrard tidak akan kemana-mana !

Continue Reading ...


Christian Poulsen akan segera menjadi milik Liverpool. Setelah negosiasi alot dengan Juventus, akhirnya tercapai kesepakatan bahwa Si Nyonya Tua rela melepas gelandang asal Denmark tersebut. Bahkan agen sang pemain sudah mengkonfirmasi bahwa Poulsen akan mendarat di Anfield pekan depan.

Kompatriot Poulsen di Liverpool, Dan Agger, menilai bahwa gelandang kelahiran 28 Februari 1980 itu akan cocok bermain di Liverpool, meskipun butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan tempo permainan cepat The Reds.

“Christian akan menjadi tambahan yang sempurna untuk klub besar di Eropa, tentunya dia akan cocok berada di sini. Dia pemain yang hebat dan akan membuat kami lebih kuat. Kami perlu mengadakan kontrak pemain yang besar dan dia salah satunya,” ujar Agger.

“Christian akan memberi peningkatan permainan tim yang kami perlukan untuk berada di puncak klasmen liga musim ini,” “lanjut pemain 25 tahun itu kepada Liverpool Echo, Selasa (10/8/2010).

Selamat datang, Poulsen. You'll never walk alone.

Continue Reading ...

Jersey atau seragam klub merupakan salah satu sumber pendapatan klub. Para fans fanatik akan membeli seragam klub kesayangannya untuk menunjukkan dukungan mereka. Setiap musim, seragam klub berganti-ganti, termasuk sponsor utama dan mungkin sponsor seragam (apparel). Bagaimana seragam klub Liverpool musim 2010/2011?



Musim 2010/2011 ini, Liverpool menggandeng Standard Chartered sebagai sponsor utama yang akan menghiasi bagian depan seragam liverpool. Adidas masih menjadi pemasok semua seragam Liverpool mulai kaos, celana, kaos kaki, dan semua kebutuhan pakaian pertandingan klub Liverpool.

Inilah seragam baru liverpool musim 2010/2011







Continue Reading ...

Liga Inggris musim 2010/2011 sebentar lagi dimulai. Setelah pekan kemarin liga dibuka dengan pertandingan charity shield antara MU sebagai juara piala FA dengan Chelsea sebagai juara premier league, pekan depan laga resmi Liga inggris musim 2010/2011 akan dimulai. Bagaimana persiapan Liverpool ?



Inilah Skuad Tim Liverpool Musim 2010/2011.



























































































































































1 Diego Cavalieri Kiper 17 Maxi Rodríguez Gelandang
25 José Reina Paez Kiper 20 Javier Mascherano Gelandang
30 Charles-Hubert Itandje Kiper 21 Lucas Gelandang
41 Martin Hansen Kiper 26 Jay Spearing Gelandang
42 Peter Gulacsi Kiper 28 Damien Plessis Gelandang
43 Dean Bouzanis Kiper 31 Nabil El Zhar Gelandang
- Emiliano Insúa Bek 33 Jonjo Shelvey Gelandang
- Chris Mavinga Bek 44 Victor Palsson Gelandang
2 Glen Johnson Bek 45 Thomas Ince Gelandang
5 Daniel Agger Bek 46 David Amoo Gelandang
16 Sotiris Kyrgiakos Bek 48 Gerardo Alfredo Bruna Blanco Gelandang
22 Danny Wilson Bek 9 Fernando Torres Striker
23 Jamie Carragher Bek 14 Milan Jovanovic Striker
32 Stephen Darby Bek 18 Dirk Kuyt Striker
34 Martin Kelly Bek 19 Ryan Babel Striker
36 Steven Irwin Bek 24 David Ngog Striker
37 Martin Skrtel Bek 29 Krisztian Nemeth Striker
40 Daniel Ayala Bek 38 Lauri Dalla Valle Striker
49 Jack Robinson Bek 39 Nathan Eccleston Striker
4 Alberto Aquilani Gelandang 47 Daniel Pacheco Striker
8 Steven Gerrard Gelandang - Roy Hodgson Manajer/Pelatih
10 Joe Cole Gelandang  


Perkiraan Susunan Pemain



Continue Reading ...

Liverpool merupakan klub liga utama paling sukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris. Liverpool FC, atau sering juga disebut The Reds atau The Kop, bermarkas di kota Liverpool. Liverpool pernah 5 kali juara Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan terbanyak bagi klub Inggris. Di dalam negeri, prestasi mereka adalah 18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga.

Liverpool didirikan tahun 1892 sebagai buntut perseteruan John Holding dengan Everton FC. Adalah masalah uang sewa yang membuat Everton hengkang dari stadion Anfield. Houlding yang ingin tetap ada klub yang bermarkas di Anfield, akhirnya mendirikan klub sepakbola. Awalnya dinamai Everton FC and Athletic Grounds, Ltd., disingkat Everton Athletic, namun ditolak FA karena sudah ada nama Everton. Akhirnya Houlding memberinya nama Liverpool FC.

Pada awalnya, warna klub merah putih. Namun kemudian berubah menjadi merah saja pada era 1960an. Demikian juga logo atau lambang klub yang juga berkembang mengiringi perkembangan klub. Inilah evolusi logo liverpool.



Liverpool sangat dominan pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pemain-pemain yang terkenal pada masa ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 cap) dan Ian Rush (346 gol).

Klub ini juga terlibat dalam dua tragedi besar dalam sepak bola Eropa - dalam tragedi Heysel pada 1985 dan musibah Hillsborough pada 1989.

Liverpool berhasil mendapatkan treble (perolehan tiga gelar) dua gelar domestik (Piala Liga dan Piala FA) dan Piala UEFA pada musim 2000/01. Meskipun begitu, memenangi treble bukanlah hal yang baru bagi mereka. Pada 1984 mereka menjadi juara Piala Champions, Piala Liga dan Liga Inggris. Ini adalah treble dengan gelar besar yang pertama untuk sebuah klub Inggris.

Prestasi Liverpool

Juara Divisi Satu (18)
1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
Juara Divisi Dua (4)
1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
Juara Liga Lancashire (1)
1892-93
Liga Champions (5)
1976/77 3-1 vs. Borussia Mönchengladbach
1977/78 1-0 vs. Club Brugge
1980/81 1-0 vs. Real Madrid
1983/84 1-1 (4-2 melalui adu penalti) vs. AS Roma
2004/05 3-3 (3-2 melalui adu penalti) vs. AC Milan
Juara Piala UEFA (3)
1972/73, 1975/76, 2000/01
Juara Piala FA 7
1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
Juara Piala Remaja FA (2)
1995/96, 2006/07
Juara Piala Liga (7)
1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
Juara Charity Shield (15)
1963/64[2], 1964/65+, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77[2], 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86*, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01, 2005/06
Juara Piala Super Eropa (3)
1977, 2001, 2005
Juara Piala Super Inggris (1)
1985/86
Juara Divisi Satu untuk Cadangan (16)
1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000

Continue Reading ...